Dengarlah kata yang sangat menarik ini;
"pernikahan"
satu kata yang mengandung banyak arti
dan melibatkan keadaan seseorang yang mengandung
kata yang mengandung banyak perasaan
dari dua anak manusia
dua keluarga
dua dunia
ketika kata itu terucap oleh bibirku,
aku seakan-akan hendak memasuki suatu siang yang menggelisahkan
dimana hanya ada aku dan istriku di sebuah padang pasir
dan sekali lagi di teriknya siang yang menggelisahkan
namun memang benar apa yang aku dengar:
"janganlah khawatir akan hidupmu..." *
tapi aku toh manusia biasa yang penuh dengan kekhawatiran
karena kata "pernikahan"
karena gerbang "pernikahan"
oleh sebab hidup "pernikahan"
berada dalam peliknya "pernikahan"
dan terkungkung oleh lembaga "pernikahan"
lalu aku mendengar lagi:
"janganlah kamu khawatir akan apa yang hendak kamu makan.."
"apa yang hendak kamu pakai..."*
kata-kata itu sungguh menyejukkanku...
namun aku ini manusia biasa
lebih biasa dari manusia yang lainnya...
lebih mudah patah arang karena kenaifanku
lebih terbiasa melihat kelemahanku dan ingin segera mundur
dari peperangan dunia yang diwakili oleh "pernikahan"
Namun siapakah aku ini,
selain hanya manusia yang sangat biasa dengan segala kenaifan dan kelemahan
ketika lengan istriku meraih lenganku
aku merasa adanya "pernikahan" yang sangat dalam dan panjang
akan kami lalui bersama
akan kami kandung bersama
dan tiba-tiba saja, semua kata-kata tadi begitu mengasyikkan
aku tak pantas untuk khawatir
tak pantas untuk patah arang
ada dia bersamaku
dalam jalan yang panjang dan berliku
menyambut sebuah pernikahan memasuki hidup kami
101008 - terinspirasi oleh Lukas 12 : 22-24
Thursday, October 9, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment